Pertandingan Arema FC VS PSIS Semarang

Pertandingan Arema FC VS PSIS Semarang

Pertandingan Arema FC VS PSIS Semarang – Arema FC sukses menjadi penantang utama di partai Final Piala Presiden 2022 setelah sukses menumbangkan PSIS Semarang pada leg kedua dengan hasil akhir 2 – 1 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang. Sebelumnya, Singo Edan mendapatkan tiket lolos setelah mendapatkan kemenangan 2 – 0 pada leg pertama.

Nantinya pun Singo Edan akan bertemu Borneo FC di partai final untuk membuktikan siapa yang layak menjadi jawara sejati. Dari serangkaian kemenangan itu, berikut merupakan beberapa fakta menarik tentang pertandingan Arema FC VS PSIS Semarang.

1. Flare Memadati Seisi Stadion
Flare merupakan penghias pertandingan bagi salah satu tim yang menang. Akan tetapi FIFA dan PSSI Indonesia telah menyepakati bahwa hal tersebut tak kan terjadi lagi dalam pertandingan apa pun. Namun sayangnya, para pendukung Arema FC, Aremania ingkar janji dan melakukan hal terlarang dalam dunia sepak bola.

Terbukti bahwa setelah timnya menang hingga babak akhir, tifosi Aremania langsung membakar Flare dan menimbulkan asap peka terhadap seluruh stadion. Dari kejadian itu, semua penonton dan wartawan yang hadir mengalami luka ringan dan PSSI akan menjatuhkan sanksi khusus terhadap Arema FC.

2. Kiper Arema Unjuk Gigi
Kemenangan Arema FC atas PSIS Semarang tak hanya berlandaskan barisan depan saja. Akan tetapi keberhasilan mereka menyingkirkan lawannya berawal dari sang Kiper, Adilson Maringa. Terbukti bahwa kiper kawakan itu sukses menggagalkan banyak peluang emas dari barisan para Striker.

Terdapat dua peluang berpotensi terjadinya gol yang mampu dihalau Maringa. Salah satunya yaitu sundulan terarah Alie Sesay pada situasi Corner Kick di menit ke-48. Tak hanya itu saja, beberapa menit kemudian peluang terbaik Taisei Marukawa juga harus berakhir dengan hampa di tangan Maringa.

3. Pemilihan Pemain Cadangan
Hal yang memungkinkan Arema FC sukses dan masuk ke partai final yaitu berkat pemilihan pemain cadangan yang ditentukan pelatih Eduardo Almeida. Hal itu terbukti sejak dirinya memasukkan nama penting seperti Adam Alis dan Evan Dimas Darmono. Keduanya pun langsung merubah jalannya permainan.

Tak berhenti sampai di situ saja, Muhammad Rafli dan Irsyad Maulana yang bertugas sebagai super-sub pun langsung mengakhiri permainan dengan mengamankan tiket final. Ini menjadi bukti bahwa pemain cadangan memiliki kontribusi besar dalam laga tertentu.

Arema Fc Gol Spektakuler Rizky Dwi Febrianto

4. Gol Spektakuler Rizky Dwi Febrianto
Adapun fakta menarik lain yang muncul dari Rizky Dwi Febriyanto. Dimana gol tersebut terbilang cukup langka dan bahkan jarang terjadi di babak semifinal. Rizky sukses melesatkan tendangan bebas pada menit ke-30. Alhasil lau bola tersebut tidak mampu ditepis kiper Aldhila Ray Redondo.

Hal menarik ini tak lepas dari siapa yang mengambil jatah tendangan bebas. Sebab Rizky merupakan bek kanan yang jarang mendapatkan jatah tersebut. Namun karena rasa percaya dirinya, Ia telah membuktikan bahwa siapa pun bisa mengambil bagian terpenting dalam sepak bola.

5. Bantuan Dewi Fortuna
Berbekal kemenangan pada leg pertama tentu tidak membuat Arema FC tampil jemawa. Karena mereka harus mempertahankan hasil seri jika ingin menembus partai final. Namun sedari awal Singo Edan mendapatkan kemenangan atas bantuan Dewi Fortuna.
Terbukti bahwa pada leg kedua, mereka unggul sementara hingga turun minum. Dan pada babak kedua, jual beli serangan terjadi hingga PSIS mengejar ketertinggalan. Namun langkah mereka terhenti setelah Singo Edan menyudahi laga dengan hasil akhir 2 – 1.